//

Wednesday, February 3, 2010

Nikmat dan Istidroj

Tip-tip untuk semua

Semoga di dalam kehidupan dunia yang fana ini Allah SWT memberikan kepada kita kurniaan NIKMAT.

Pemberian ALLAH SWT di Dunia

1. Nikmat
2. Istidroj

NIKMAT :
Kurnia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, yang dicintai, disayangi, ampuni, diridhoi-Nya.

(QS.1. Al-Fatihah: 6-7)
“Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) mereka yang sesat”

(QS. 2 Al-Baqarah: 150)
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Aku sempurnakanlah nikmat-Ku atasmu dan supaya kamu mendapat petunjuk”

(QS. 4 An-Nisaa: 69-70)
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para Nabi, Shiddiqin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang yang Shalih. Dan mereka itu teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Dzat Yang Maha Mengetahui”

Tanda-tanda Nikmat:

1. Rezeki, Kekayaan, Pangkat dan Jawatannya digunakan untuk berinfaq berjihad di jalan Allah.

(QS. 9. At-Taubah: 20)
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”

2. Semakin bertambah darjat taat dan taqwanya, maka semakin ditambah baginya nikmat kurnia-Nya.

(QS. 65. Ath-Thalaaq)
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar (dari persoalannya), dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (kebutuhan) nya”

3. Nikmat jika disyukuri, maka akan semakin ditambah. Jika dikufuri, maka akan menjadi azab.

(QS. 14. Ibrahim : 7)
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

4. Hamba Allah yang diberi nikmat di dunia, maka ia akan diberi nikmat pula di akhirat.

(QS. 22. Al-Hajj : 56)
“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal solih adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan”

(QS. 52 Ath-Thuur : 17-18)
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka”

(AL-Hikam : 82)
“Barangsiapa yang dapat merasakan buahnya amal tatkala masih di dunia, maka itu tanda atas adanya diterimanya amal diakhirat nanti”

ISTIDROJ :
Pemberian Allah yang diberikan kepada manusia yang tidak beriman, kafir, munafik, fasik, jahat, ahli maksiat, yang tidak disukai-Nya, dibenci, dilaknat dan dimurkai-Nya.

(QS. 7. Al-A’raaf : 182-183):
"Sesungguhnya Allah membukakan untuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, pintu-pintu rezeki dan berbagai macam penghidupan di dunia sehingga mereka terpedaya dengan segala sesuatu yang ada pada mereka, dan mereka berkeyakinan bahawa sesungguhnya mereka berada pada suatu keberuntungan."

(QS.6. Al-An’aam : 44-45):
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”

(QS. 68 Al-Qolam : 44-45):
“Maka serahkanlah (Wahai Nabi) kepada-Ku (urusan)orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Quran). Nanti Kami akan menarik mereka secara berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat kokoh.”

Tanda - tanda Istidroj:

1. Rizki, Kekayaan, Pangkat dan Jawatannya digunakan untuk Menghalangi Manusia dari Jalan Allah.

(QS. 8 Al-Anfaal : 36)
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam nereka Jahannam orang-orang kafir itu dikumpulkan”

2. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jawatannya Adalah bagian dari Proses menuju Azab Allah.

(QS. 9. At-Taubah : 55)
“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda & anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir”

(QS. 40 Al-Mukmin : 4)
“Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah bolak-baliknya mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain membuatmu terpedaya”

3. Semakin bertambah Kemaksiatan & Kekafirannya, maka semakin ditambah Kekayaan & Kesenangan Duniawinya.

(Tanbihul Ghaafiliin : 93)
“Apabila kamu melihat orang yang Allah berikan apa saja yang ia sukai sedangkan ia terus-menerus di dalam kemaksiatannya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidroj”

(AL-Hikam : 75)
“TAKUTLAH DARI ADANYA KEBAIKAN PEMBERIAN ALLAH KEPADAMU, SEDANGKAN KAMU TERUS-MENERUS BERBUAT KEBURUKAN KEPADA-NYA, BAHAWA ITU ADALAH ISTIDROJ BAGIMU, SEBAGAIMANA ALLAH BERFIRMAN, KAMI AKAN ISTIDROJ MEREKA DARI ARAH YANG MEREKA TIDAK KETAHUI”

4. Orang yang diistidroj di dunia, maka di akhirat bagiannya hanya Siksa yang Abadi.

(QS. 3 Ali Imran : 10)
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka”

(QS. 10 Yunus : 4)
“Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang sangat panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka”

(QS. 2 Al-Baqarah : 217)
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal abadi di dalamnya”

"KEJAYAAN YANG HAKIKI HANYA DAPAT KITA RAIH DENGAN MEMADUKAN ANTARA MAKSIMALNYA USAHA DAN SEMPURNANYA TAAT KEPADA ALLAH DENGAN SELURUH KETENTUAN HUKUM DAN SYARIATNYA"

(QS. 7. Al-A`raaf : 96)
Sesungguhnya jikalau penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”

Wallahu a'lam Bis showab.

http://www.dtjakarta.or.id/conten

Tip-tip untuk semua

No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Protected by Copyscape Web Plagiarism Software